Beranda 

Kemenkumham Akui Program Deradikalisasi di Lapas Perlu Dievaluasi

AKURAT.CO, Kepala Sub-direktorat Kerjasama Direktorat jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS) Kemenkumham, Sigit Budiyanto mengakui bahwa program deradikalisasi yang ada di Lapas sekarang memang perlu dievaluasi.

Sigit mengungkapkan bahwa program yang diusulkan Divisi Riset Ilmu Prikologi Terapan (DASPR) Daya Makara Universitas Indonesia (UI), yakni Management Training dan Life Management Training (CMT-LMT), memang memberi dampak yang sangat baik bukan hanya bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), tapi juga bagi petugas pemasyarakatannya.

“CMT-LMT ini mengandung nilai-nilai toleransi, kebangsaan dan menghormati keberagaman budaya. Dalam situasi Lapas-Rutan yang penuh tantangan, pelatihan ini mampu membangun kepercayaan antara WBP dan petugas,” ungkapnya dalam keterangan resmi yang diterima AKURAT.CO, Jakarta, Jumat (9/2).

Menurut Sigit, kepercayaan yang terbangun antara petugas dan WBP merupakan hal yang sangat penting dalam menyukseskan program deradikalisasi.

“Petugas-petugas kami yang telah menerima CMT-LMT relatif masih dipercaya WBP terorisme dan ini membuat program-program de-radikalisasi menjadi lebih mungkin dilaksanakan,” katanya.

Seperti diketahui, DASPR Daya Makara UI melakukan evaluasi pada sejumlah organisasi yang melakukan program-program deradikalisasi dalam Lapas termasuk di dalamnya Search for Common Ground (SFCG), Yayasan Prasasti Perdamaian (YPP), Center for Detention Studies (CDS) dan United Nation Inter-regional Crime Justice Research Institute (UNICRI).

Asesmen itu dilakukan di Lapas Cipinang, Lapas Cibinong, LapasSemarang, dan Lapas Pasir Putih dan menemui WBP terorisme dan para petugas lapas yang bersentuhan langsung dengan mereka.

Sebagai pembanding, DASPR Daya Makara UI juga menemui para eks-WBP terorisme yang pernah menerima program deradikalisasi dalam lapas. Hasilnya, program CMT-LMT yang dilaksanakan SFCG adalah praktik terbaik deradikalisasi dalam Lapas.

Sumber: https://akurat.co/kemenkumham-akui-program-deradikalisasi-di-lapas-perlu-dievaluasi

Kategori

Berita

Tanggal

9 Februari 2018

Author

DASPR

Bagikan