Pada 12 Juni 2025, Division for Applied Social Psychology Research (DASPR) dan Society against Radicalism and Violent Extremism (SeRVE Indonesia) di bawah konsorsium Nurani Perdamaian Indonesia yang didanai oleh Global Community Engagement and Resilience Fund (GCERF) menyelenggarakan “Lokakarya Identifikasi Praktik Baik dalam Program Rehabilitasi dan Reintegrasi Sosial bagi Individu Terasosiasi Paham Ekstremisme Kekerasan”di Jakarta. Kegiatan ini dihadiri oleh 31 peserta dari kementerian, lembaga, organisasi masyarakat sipil, dan praktisi lapangan.
Lokakarya ini hadir sebagai jawaban atas tantangan bersama dalam rehabilitasi dan reintegrasi individu terasosiasi ekstremisme kekerasan. Selama ini, banyak lembaga telah menjalankan program, tetapi bekerja sendiri-sendiri. Forum ini menjadi ruang penting untuk berbagi praktik baik, mendiskusikan tantangan, dan membangun sinergi lintas sektor.
Hasil lokakarya menunjukkan:
- 80% lembaga undangan hadir, menandakan isu ini mendapat perhatian luas.
- 90% peserta berhasil mengidentifikasi praktik baik, seperti pendekatan berbasis komunitas, dukungan keluarga, hingga model community-based correction.
- 80% peserta aktif mendiskusikan tantangan, terutama kurangnya koordinasi lintas sektor dan keterbatasan SDM.
Lokakarya ini berhasil memperkuat komunikasi lintas lembaga, terutama antara aktor lapangan dan instansi pemerintah daerah baik dalam forum diskusi maupun di sela-sela istirahat. Dari lokakarya ini kita belajar bahwa praktik baik yang berhasil umumnya melibatkan pendekatan berbasis komunitas, dukungan keluarga, dan pendekatan multisektor. Sehingga peserta memiliki pemahaman mendalam tentang tantangan lokal yang beragam. Selain itu, kesadaran kita meningkat bahwa tantangan paling umum dalam proses rehabilitasi dan reintegrasi adalah kurangnya koordinasi lintas sektor dan keterbatasan SDM.
Salah satu peserta dari Sentra Handayani menegaskan pentingnya sinergi: “Kami tidak bisa bekerja sendiri. Rehabilitasi dan reintegrasi hanya bisa berhasil jika ada kolaborasi dari semua pihak.” Selain memperkuat jejaring, lokakarya ini juga menghasilkan rekomendasi audiensi lanjutan dengan kementerian terkait agar masukan teknis dan praktik baik dapat diintegrasikan ke dalam modul pelatihan rehabilitasi dan reintegrasi sosial bagi petugas lini-depan (frontliners).
Dengan semangat Whole of Government, Whole of Society Approach, lokakarya ini membuktikan bahwa kolaborasi adalah kunci. Forum sederhana ini telah menjadi tonggak untuk menyatukan langkah menuju rehabilitasi dan reintegrasi yang lebih efektif dan berkelanjutan.
Penulis: Erni Kurniati